JEJAK YANG TERLUPAKAN
"LUKA BERBAJU ILMU"

Banjarmasin - Ahad (07/09/2025) Unit Kegiatan Mahasiswa Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atau bisa disingkat KSM KM-FEBI telah mengadakan kegiatan “jejak yang terlupakan” yang bertemakan “Dari Luka Senyap, Bangkit Kesadaran Diri untuk Hidup dalam Inklusi dan Kesetaraan”.

 Kegiatan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap berbagai permasalahan sosial yang masih mengakar dalam masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ketidaksetaraan gender, pelecehan, bullying, fatherless, dan eksploitasi anak. Masalah-masalah ini seringkali terabaikan atau dianggap normal, padahal memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat. Perjuangan untuk hak-hak perempuan berakar dalam sejarah panjang ketidaksetaraan gender yang diperkuat oleh sistem patriarki. Banyak perempuan masih menghadapi diskriminasi atas dasar jenis kelamin dan gender, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, upah yang lebih rendah, hingga kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang memadai.

 Kegiatan ini merupakan sebuah video cinematography dengan judul “Luka Berbaju Ilmu” yang menggambarkan ilustrasi hidup yang membangkitkan emosi penonton menjadi lebih peka terhadap masalah-masalah yang ada di masyarakat, terutama terhadap perempuan dan anak-anak. Video cinematography merupakan suatu cara yang unik dan menarik untuk menyampaikan sebuah cerita atau edukasi. Melalui film tersebut diharapkan dapat menggugah emosi audiens dan mendorong orang-orang untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Video singkat ini berisi cerita tentang: Patriarki, pelecehan, bullying, fatherless, dan eksploitasi anak.

 Kegiatan "Jejak yang Terlupakan" merupakan bentuk kepedulian sosial kami terhadap setiap perempuan dan anak-anak hebat di luar sana. Melalui program ini, KSM KM-FEBI berharap dapat mengubah pola pikir dan perilaku orang-orang, serta mendorong terciptanya sebuah lingkungan sosial yang lebih adil, setara, dan penuh empati bagi semua individu.

Acara ini diawali dengan shooting film yang dilaksanakan di kampus UIN Antasari Banjarmasin. Proses kreatif ini melibatkan seluruh anggota KSM KM-FEBI dengan penuh dedikasi untuk menghasilkan karya yang bermakna. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengeditan video film yang sudah di shoot sebelumnya oleh divisi penyutradaraan dan naskah. Proses editing dilakukan dengan cermat untuk memastikan pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens. Film tersebut kemudian ditayangkan pada hari Minggu, tanggal 07 September 2025 pada pukul 19.00 WITA, bertempat di Cafe 457. Pemilihan tempat ini strategis untuk menjangkau berbagai kalangan generasi muda, khususnya generasi muda di KSM KM-FEBI yang menjadi target utama edukasi.


Malam penayangan di Cafe 457 pada 07 September 2025 menjadi momen puncak dari dedikasi KSM KM-FEBI. Dalam suasana yang santai namun penuh perhatian, para audiens dan tamu undangan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Pemilihan tempat ini memang disengaja untuk menciptakan ruang diskusi yang nyaman, sehingga isu-isu sosial yang berat dapat diterima dengan lebih terbuka oleh generasi muda. Meskipun terdapat beberapa kendala kecil, kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar berkat dedikasi seluruh anggota dan dukungan dari berbagai pihak. Antusiasme dari KSM KM-FEBI dan tamu undangan juga turut mempererat tali persaudaraan.

Kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar walaupun terdapat beberapa kendala kecil pada prosesnya. Dukungan dari berbagai pihak turut membantu kelancaran kegiatan ini. Pihak


KSM KM-FEBI dan para tamu undangan sangat berantusias dalam mengikuti acara ini sehingga tali persaudaraan yang telah ada akan semakin erat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial kami terhadap perempuan-perempuan dan anak-anak hebat yang ada diluar sana. Melalui program jejak yang terlupakan KSM KM-FEBI berharap dapat mengubah pola pikir dan perilaku orang-orang, serta mendorong terciptanya sebuah lingkungan sosial yang lebih adil, setara, dan penuh empati bagi semua individu.

Apresiasi serta ucapan terima kasih dari para audiens menjadi penutup manis sekaligus penyemangat bagi kami. Ini adalah langkah kecil, namun berdampak besar, menuju terwujudnya lingkungan yang inklusif dan setara. Film cinematography "Jejak yang Terlupakan" bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah kaca pembesar yang menyoroti luka-luka senyap dalam masyarakat. Mari jadikan "Jejak yang Terlupakan" sebagai pengingat abadi bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab kita bersama.

Penulis
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Periode 2025/2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini